RSS

Adab terhadap diri sendiri

05 Jun

“Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.” (Asy-Syams [9]: 9-10).

Seorang muslim yakin bahwa kebahagiaan di dunia dan akhirat tergantung pada sejauh mana ia dapat mendidik jiwanya, menjadikannya baik, mensucikannya, dan membersihkannya. Begitu juga kecelakaanya itu tergantung kerusakan jiwanya, kekotoran dan keburukannya. Sesuai dengan firman Allah:

” Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka  dan diatas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zhalim. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shaleh, kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnnya. ” (Al-A’raf[7]: 40-42).

 

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 5 Juni 2011 in Akhlak

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: