RSS

Kesehatan dan Waktu Luang – Sebuah Nikmat yang Sering Terlupakan

12 Jul

pada artikel terdahulu mungkin berbicara tentang masalah ibadah, kali ini saya ingin mempostingkan tentang 2 hal yang sering dilupakan oleh manusia. Langsung saja

1) Nikmat Sehat, nikmat yang sering dilupakan

Dikala melihat atau menjenguk orang sakit , kita baru sadar betapa mahal dan luar biasa nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita. Padahal kita sebelumnya seakan-akan lupa dan tidak mau tahu dengan nikmat yang satu ini, seolah kita hanya memburu dan memcari kenikmatan kehidupan dunia yang hanya bersifat sentara dan semu saja. Seakan kita lupa dengan  Firman Allah Ta’ala :

Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami ? “  Surat Al-Mukminun:115.

Bahkan kita seakan-akan hidup untuk dunia saja atau seakan-akan kita hidup selamanya ( Naudzubillah). Parahnya lagi kalau kita sepertinya belum pernah mendengar atau bahkan menbuang jauh-jauh ingatan kita tentang Firman Allah Ta’ala dalam Surat Al-Qiyamah ayat 36 :

Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) ? “.

Maka benarlah apa yang di sabdakan oleh Nabi Muhammad :

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat yang banyak manusia tertipu dengan keduanya, yaitu nikmat sehat dan waktu luang. ”  Hadits shahih: Diriwayatkan oleh al-Bukhari (no. 6412), at-Tirmidzi (no. 2304), Ibnu Majah (no. 4170), Ahmad (I/258,344), ad-Darimi (II/297), al-Hakim (IV/306), dan selainnya dari Shahabat Ibnu ‘Abbas radhiyallaahu ‘anhuma.

 

Padahal kalau kita mau merenungkan ternyata :

  • Kesehatan merupakan nikmat dari Allah Ta’ala yang selalu diperbarui. Seorang hamba akan dihisab atas nikmat ini, yaitu dari sisi mana ia mensyukurinya, bagaimana ia menggunakannya dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala , serta apakah ia tidak menggunakannya dalam kemaksiatan kepada Allah Ta’ala .
  • Mensyukuri nikmat kesehatan dapat dilakukan dengan hati, lisan, dan anggota badan. Syukur hati dapat dilakukan dengan cara meyakini bahwa Allah Ta’ala adalah satu-satunya Dzat yang memberi kesehatan. Syukur lisan dilakukan dengan cara mengakui kenikmatan tersebut dan melafalkannya. Adapun syukur dengan anggota badan dilakukan dengan mempergunakan kesehatan itu dlam ketaatan dan menghindarkannya dari kemksiatan.

sumber:

http://wawansri.wordpress.com/2010/03/24/nikmat-sehat-nikmat-yang-sering-dilupakan/

 

2).  Waktu luang, nikmat yang sering terlupakan

waktu atau kesempatan adalah salah satu nikmat besar yang sering terlupakan oleh kita. banyak kesemepatan yang kita sia-siakan, kempatan atau waktu luang sangat berharga sekali. kita sempat belajar mengapa kita tidak belajar, kita sempat bekerja mengapa kita tidak bekerja dan lain-lain. bisa kita bayangkan ketika kita terbentur m,asalah dalam keadaan yang sangat mendesak. kita baru sadar kalau kemarin-kemarin banyak waktu luang. baru tahu kalau kemarin-kemarin banyak kesempatan. sadar dan bersedih memang benar di belakang masalah yang menimpa kita.

Kita terlena dengan kesempatan yang ada ini. padahal kesempatan yang sudah lewat tidak bisa  kembali lagi. kita bisa rasakan misal kita belajar di univeritas yang sangat terkenal sekali di amerika, Saudi, Mesir dan lainya. lalu kita pulang ke tanah air. seabrek PR bermasyarakt telah menanti di kampung halaman kita. lalu kita kuwalahan dengan apa yang terjadi di masyarakat. kita baru sadar ketika kita terbentur masalah ” oh ya ya, dulu aku mensia-siakan kesempatan yang ada sekarang baru tahu aku kesempatan itu sirna bersama asap pesawat yang aku tumpangi semasa aku pulang dari luar negri” itulah sedikita gambaran nikmat sempat yang sering terlupakan oleh kita.

selanjutnya setelah membaca sedikit coretan penulis yang sangat sederhana ini, kita bisa memulai dari sekarang lakukan kesempatan yang sangat kecil sekalipun, gunakan kesehatan semaksimal mungkin  untuk kebijakan yang berguna bagi bersama.

 

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juli 2011 in Aqidah

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: