RSS

Arsip Bulanan: November 2011

Keutamaan Bulan Al-Muharram

Hendaknya kita merasa cukup dengan ajaran Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, dan sejelek-jelek perkara dalam agama adalah amalan ibadah baru yang diada-adakan

Keutamaan Bulan Al-Muharram

Bulan Al-Muharram termasuk bulan yang disucikan Allah Ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi sallam mensifati dan menisbatkan kepada Allah SWT dengan menamainya sebagai “syahrullah al muharram” (bulan Allah Al Muharram). Hal ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan ini disisi Allah SWT, karena tidaklah Allah menggandengkan sesuatu dengan nama-Nya kecuali dengan makhluk-Nya yang istimewa. (Laithaful Ma’arif hal 70, karya Ibnu Rajab Al-Hambali).

Al- Hasan rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah membuka tahun dengan bulan yang suci dan menutupnya dengan bulan yang suci pula. Dan tidaklah ada bulan dalam setahun yang lebih agung di sisi Allah setelah bulan Ramadhan kecuali bulan Muharram.” (lathaiful Ma’arif hal 67, karya Ibnu Rajab Al- Hambali)

Bulan Al Muharram merupakan bulan yang Allah utamakan. Sisi keutamaannya adalah bahwa berpuasa dibulan ini lebih utama daripada berpuasa dibulan yang lain selain bulan Ramadhan, sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Puasa paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Al Muharram.” (HR. Muslim)]

Di antara kekeliruan yang dilakukan banyak orang yang menyebut bulan ini dengan lafadz “muharram” tanpa ada huruf alif dan lam diawalnya. Penyebutan yang  benar adalah dengan lafadz “al muharram” karena orang arab tidaklah menyebut bulan ini kecuali dengan bentuk mu’araf (mengandung huruf alif dan lam) dan demikian pulalah yang disebutkan dalam berbagai hadits yang mulia dalam berbagai syair arab. (Tashwibul Mafaahim hal 75). Tidaklah huruf alif dan lam masuk dalam nama bulan kecuali untuk bulan Al Muharram

BULAN AL MUHARRAM DAN PUASA ASYURA’

Hari Asyura’ adalah hari kesepuluh bulan Al Muharram menurut mayortas ulama. Hari tersebut merupakan hari yang mulia, diberkahi, agung kedudukannya, dan memilki keutamaan yang besar. Di antara keutamaan hari Asyura’ adalah:

1). Pada hari Asyura’ Allah Ta’ala menyelamatkan Musa dan Bani Israil serta menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya

Dari Ibnu Abas radhiallahu ‘ahuma, beliau mengatakan, “rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba dikota madinah dan beliau menjumpai orang Yahudi dalam keadaan berpuasa pada hari Asyura’. Maka beliau bertanya kepada mereka, “Hari apa ini yang kalian berpuasa di dalamnya?” Mereka menjawab, “ini merupakan hari yang agung dimana Allah Ta’ala menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya. Sehingga Musa berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk syukur, sehingga kamipun berpuasa sebagaimana beliau”. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “kami lebih berhak terhadap Musa dari kalian, “Beliau pun berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkannya.”(HR.Bukhari- Muslim).

2. Puasa di hari Asyura’ dapa menghapus dosa setahun yang lalu

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai puasa di hari Asyura’, “aku berharap  bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR.Muslim)

3. Puasa di hari Asyura’ merupakan puasa yang sangat nabi inginkan keutamaannya dibandingkan hari yang lain

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa beliau ditanya tentang puasa di hari Asyura’ , maka beliau menjawab, “Tidaklah aku melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada satu hari yang sangat beliau inginkan mendapatkan keutamannya dibandingkan hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari Asyura’, dan bulan ini yaitu Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim)

Disunahkan untuk berpuasa di tanggal semblan Al Muharram beserta tanggal sepuluhnya, karena hal ini merupakan keadaan akhir yang dilakukan Nabi ketika melakukan puasa Asyura’.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 November 2011 in Serba-Serbi

 

Keutamaan Puasa Arafah

Mohon maaf pada artikel saya kali ini hanya repost dari situs lain:

Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim) Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2011 in Artikel

 
 
%d blogger menyukai ini: