RSS

Keutamaan Bulan Al-Muharram

Hendaknya kita merasa cukup dengan ajaran Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, Karena sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk beliau, dan sejelek-jelek perkara dalam agama adalah amalan ibadah baru yang diada-adakan

Keutamaan Bulan Al-Muharram

Bulan Al-Muharram termasuk bulan yang disucikan Allah Ta’ala. Rasulullah shalallahu ‘alaihi sallam mensifati dan menisbatkan kepada Allah SWT dengan menamainya sebagai “syahrullah al muharram” (bulan Allah Al Muharram). Hal ini menunjukkan keutamaan dan kemuliaan bulan ini disisi Allah SWT, karena tidaklah Allah menggandengkan sesuatu dengan nama-Nya kecuali dengan makhluk-Nya yang istimewa. (Laithaful Ma’arif hal 70, karya Ibnu Rajab Al-Hambali).

Al- Hasan rahimahullah berkata, “Sesungguhnya Allah membuka tahun dengan bulan yang suci dan menutupnya dengan bulan yang suci pula. Dan tidaklah ada bulan dalam setahun yang lebih agung di sisi Allah setelah bulan Ramadhan kecuali bulan Muharram.” (lathaiful Ma’arif hal 67, karya Ibnu Rajab Al- Hambali)

Bulan Al Muharram merupakan bulan yang Allah utamakan. Sisi keutamaannya adalah bahwa berpuasa dibulan ini lebih utama daripada berpuasa dibulan yang lain selain bulan Ramadhan, sebagaimana terdapat dalam hadits yang shahih dari Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, “Puasa paling utama setelah puasa bulan Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Al Muharram.” (HR. Muslim)]

Di antara kekeliruan yang dilakukan banyak orang yang menyebut bulan ini dengan lafadz “muharram” tanpa ada huruf alif dan lam diawalnya. Penyebutan yang  benar adalah dengan lafadz “al muharram” karena orang arab tidaklah menyebut bulan ini kecuali dengan bentuk mu’araf (mengandung huruf alif dan lam) dan demikian pulalah yang disebutkan dalam berbagai hadits yang mulia dalam berbagai syair arab. (Tashwibul Mafaahim hal 75). Tidaklah huruf alif dan lam masuk dalam nama bulan kecuali untuk bulan Al Muharram

BULAN AL MUHARRAM DAN PUASA ASYURA’

Hari Asyura’ adalah hari kesepuluh bulan Al Muharram menurut mayortas ulama. Hari tersebut merupakan hari yang mulia, diberkahi, agung kedudukannya, dan memilki keutamaan yang besar. Di antara keutamaan hari Asyura’ adalah:

1). Pada hari Asyura’ Allah Ta’ala menyelamatkan Musa dan Bani Israil serta menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya

Dari Ibnu Abas radhiallahu ‘ahuma, beliau mengatakan, “rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba dikota madinah dan beliau menjumpai orang Yahudi dalam keadaan berpuasa pada hari Asyura’. Maka beliau bertanya kepada mereka, “Hari apa ini yang kalian berpuasa di dalamnya?” Mereka menjawab, “ini merupakan hari yang agung dimana Allah Ta’ala menyelamatkan Musa dan kaumnya serta menenggelamkan Fir’aun dan pengikutnya. Sehingga Musa berpuasa pada hari tersebut sebagai bentuk syukur, sehingga kamipun berpuasa sebagaimana beliau”. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “kami lebih berhak terhadap Musa dari kalian, “Beliau pun berpuasa pada hari tersebut dan memerintahkannya.”(HR.Bukhari- Muslim).

2. Puasa di hari Asyura’ dapa menghapus dosa setahun yang lalu

Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai puasa di hari Asyura’, “aku berharap  bisa menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR.Muslim)

3. Puasa di hari Asyura’ merupakan puasa yang sangat nabi inginkan keutamaannya dibandingkan hari yang lain

Dari Ibnu ‘Abbas radhiallahu ‘anhuma bahwa beliau ditanya tentang puasa di hari Asyura’ , maka beliau menjawab, “Tidaklah aku melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada satu hari yang sangat beliau inginkan mendapatkan keutamannya dibandingkan hari yang lain kecuali hari ini yaitu hari Asyura’, dan bulan ini yaitu Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim)

Disunahkan untuk berpuasa di tanggal semblan Al Muharram beserta tanggal sepuluhnya, karena hal ini merupakan keadaan akhir yang dilakukan Nabi ketika melakukan puasa Asyura’.

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 26 November 2011 in Serba-Serbi

 

Keutamaan Puasa Arafah

Mohon maaf pada artikel saya kali ini hanya repost dari situs lain:

Puasa Arafah adalah puasa yang  jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah. Puasa Arafah dinamakan demikian karena saat itu jamaah haji sedang wukuf di terik matahari di padang Arafah. Puasa Arafah ini dianjurkan bagi mereka yang tidak berhaji. Sedangkan yang berhaji tidak disyariatkan puasa ini.

Mengenai hari Arofah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arofah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim) Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 4 November 2011 in Artikel

 

Dibalik Rahasia Keutamaan Shalat Subuh

“Ash Shalatu Khairun Minan Naum Ash Shalatu Khairun Minan Naum”

Bisa dipastikan setiap menjelang fajar kita mendengar salah satu penggalan lafal kumandang adzan subuh yang syahdu dan merdu ini. Sayangnya, kebanyakan dari kita tidak segera beranjak bangun untuk menjawab panggilan atau seruan itu. Akan tetapi malah terus melanjutkkan nyenyaknya tidur dengan dibuai mimpi, sambil mengeratkan selimut kita. Sungguh beribu sayang, kita termasuk golongan orang yang merugi. Seandainya kita tahu bahwa, shalat fardhu yang paling utama adalah shalat subuh. Selain itu berbagai khasiat yang tidak terduga dan ternilai jika kita sungguh-sungguh dalam mengamalkannya. Niscaya kita akan berlomba dalam mengerjakannya.
“Seandainya manusia mengetahui pahala dalam adzan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak bisa mendapatkannya selain dengan diundi, tentu mereka saling mengundi. Seandainya mereka mengetahui pahala pada At-Tahjir (menuju shalat lebih awal), tentu mereka akan berlomba-lomba mendapatkannya. Dan seandainya mereka tahu pahala dalam shalat isya dan subuh, tentu mereka akan mendatangi keduanya walaupun harus merangkak.” (H.R. Bukhari)
Dalam bahasa Arab arti subuh adalah awalnya siang, dan biasanya orang-orang Arab mengartikan waktu pertengahan malam yang terakhir hingga tengah hari (siang). Lazimnya disebut fajar, ketika gelapnya malam ditelan oleh sang surya. Subuh sendiri adalah salah satu tanda kebesaran Allah SWT. Allah SWT bersumpah atas nama fajar (subuh), tertera pada ayat pertama surah al-Fajr yang berbunyi, “Demi Fajar” (QS.Al-Fajr[89]:1). Ini menegaskan pada hati manusia yang ragu akan kekuasaan Rabb. Dan mendorong hati orang-orang mukmin untuk berdzikir dan bertasbih mengagungkan-Nya pada saat itu (shalat subuh).
Tetapi ada juga sesuatu yang harus dipahami oleh umat muslim, yakni larangan-larangan dalam shalat subuh. Rasulullah SAW dengan tegas melarang umatnya sembahyang sunat setelah shalat subuh. Alasan dari larangan ini adalah wujud antisipasi supaya umat islam, tidak melaksanakan sembahyang tepat pada saat orang kafir menyembah matahari. Dimana waktu itu matahari muncul diantara dua tanduk setan. Hal ini dengan gamblang dikemukakan oleh hadis Rasulullah SAW, sabda beliau, “Dan waktu shalat subuh adalah dari terbit fajar sebelum matahari terbit, kalau matahari sedang terbit maka berhentilah shalat karena matahari pada saat itu muncul diantara dua tanduk setan (H.R Muslim)
Akan tetapi Rasulullah SAW mengetahui diantara umatnya, terlambat dalam mengerjakan shalat subuh walaupun seditkit. Hal ini bisa disebabkan karena seharian penuh disibukkan menyelesaikan pekerjaanya. Jika tidak malahan hampir semalam suntuk begadang karena kebetulan memperoleh rezeki ditengah malam. Alhasil waktu tidurnya terbatas ataupun seolah semalaman tidak cukup untuk membayar kelelahannya. Hingga subug hampir habis, dia tidak mendapati shalat berjama’ah. Maka selama dia masih menjumpai satu raka’at shalat subuh dan pada saat itu matahari belum terbit, dia dianggap telah menunaikan shalat subuhnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dari Abu Huraihah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menjumpai (menunaikan shalat) satu raka’at shalat subuh selama matahari belum terbit maka dia telah menunaikan shalat subuh, dan siapa yang menjumpai satu raka’at shalat ashar selama matahari belum tenggelam, maka ia telah menunaikan shalat ashar.” (H.R Muslim)
Tapi bagaimanapun juga, alangkah indah dan beruntungnya kita jika bisa secara istiqomah menjalankan shalat subuh secara berjama’ah. Kita akan mendapat pahala yang berlipat ganda dibandingkan kita shalat sendiri. Ini tertuang dalam sebuah hadis, “Shalat berjamaah (bagi kaum lelaki) lebih utama dari shalat salah seorang kamu yang sendirian, berbanding dua puluh lima lipat. Malaikat penjaga malam dan siang berkumpul pada waktu shalat subuh. Kemudian naiklah para malaikat yang menyertai kamu pada malam harinya, lalu Rabb mereka bertanya kepada mereka padahal Dia lebih mengetahui keadaan mereka. Bagaimana hamba-hambaKu ketika kalian tinggalkan? mereka menjawab, “Kami tinggal mereka dalam keadaan shalat dan kami jumpai mereka dalam keadaan shalat juga.”(H.R.Al-Bukhari)
Berikut ini adalah beberapa poin terpenting keutamaan shalat subuh,
1. Dijamin masuk surga
Orang yang rutin shalat berjamaah subuh selain dijamin terbebas dari api neraka, juga dijamin dalam masuk surga. Sebagaimana hadis yang artinya, dari Abu Bakar bin Ammarah dari bapaknya berkata, sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang menunaikan shalat pada dua waktu yang dingin (shalat subuh dan shalat ashar) maka ia akan masuk surga.” (H.R. Ibny Hiban)
2. Disaksikan oleh malaikat
Allah SWT berfirman: “Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan dirikanlah pula shalat subuh sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).” (Q.S Al-Israa'[18]:78)
Dikala fajar, malaikat yang bertugas di siang hari dan malam hari menurut Rasulullah SAW, mereka berkumpul menyaksikan jama’ah shalat subuh. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, dari Abu Huraihah r.a dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Shalat berjamaa’ah lebih utama dua puluh lima derajat dibanding shalat sendiri, malaikat malam dan malaikat siang, mereka berkumpul dalam jama’ah shalat subuh.” (H.R. Al-Bukhari)
3. Menyelamatkan kaum dari adzab
Ini sebagaimana hadis riwayat Al-Ashbihani, dari Abu Umamah al-Bahili dari Nabi Muhammad SAW bersabda, “Tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat subuh kecuali mereka akan dari adzab hingga malam hari. Dan tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat subuh kecuali mereka akan selamat dari adzab hingga malam hari. Dan tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat subuh kecuali mereka akan selamat dari adzab hingga malam hari. Dan tidak ada suatu kaum yang mengumandangkan adzan untuk shalat magrhib, kecuali mereka akan selamat dari adzab hingga subuh.”(H.R.Al-Ash-bihani). Maksud ari hadis ini adalah, jika dalam suatu desa masyarakatnya melaksanakan shalat subuh berjama’ah, maka Insya Allah akan selamat dari adzab. Ini tidak lain dan tidak bukan karena pahala yang besar dari shalat subuh berjama’ah, sehingga mampu memalingkan murka Allah SWT
4. Mendapatkan berkah dari Allah SWT dan dilapangkan rejekinya
Dari Shakhr al-Ghamidi dari Nabi Muhammad SAW, “Ya Allah SWT berkatilah umatku atas aktivitas paginya.” (H.R Abu Daud). Rasulullah SAW jika mengutus pasukan perang atau tentara, beliau menyuruh mereka agar berangkat pagi. Dan Shakhr al-Ghamidi adalah seorang pedagang, Rasulullah SAW pun menyuruhnya untuk berangkat di pagi hari dan hal itu dilakukan Ghamidi dan dia menjadi orang kaya.
5. Menormalkan kinerja syaraf pusat dan menjaga keseimbangan hormon dalam tubuh.
Shalat subuh secara kusyuk ibarat kita berolah raga, sangat baik bagi kesehatan. Dengan bantuan shalat subuh yang kusyuk, syaraf kita akan bekerja dengan sempurna sesuai dengan sistemnya. Secara tidak langsung telah menormalkan kembali fungsi syaraf. Dan jika bagus sesuai sistem, maka aktivitas kita dalam mengarungi hari juga berjalan dengan sempurna dan lancar. Selain itu di dalam tubuh manusia terdapat banyak sekali jenis kelenjar hormon.
Diantaranya hormon yang memunculkan rasa emosi, hormon tiroid. Jika dihubungkan antara aktivitas ibadah seperti shalat subuh dan fungsinya sebagai penyeimbang hormon. Maka sangat beralasan jika para ulama berpendapat bahwa seseorang yang bangun siang (setelah matahari terbit dan terang), akan mengalami kegelisahan dan kegundahan hati. Karena menurut Prof.HM Hembing Wijayakusuma mengatakan jika hormon tiroid ini tidak seimbang karena terlalu aktif, akan menimbulkan perilaku-perilaku kurang wajar, seperti mudah marah, tergesa-gesa. Istilah ini dalam dunia kesehatan dinamakan hipertiroid.
Dengan begitu akan menyebabkan hilangnya keseimbangan hormon dan biokimia tubuh dan menggangu metabolisme tubuh. Dan pada saat itu berbagai macam penyakit mudah sekali menyerang, seperto jantung, liver, depresi, kanker, diabetes dll. Peranan shalat subuh sendiri sebagai obat mujarab dan resep dari Allah SWT yang manjur dalam menangkal berbagai penyakit tersebut. Ini juga bisa dibuktikan dari kaca mata medis yang dilakukan penelitian tiga ilmuwan, Furchgott, Ignatio serta Murad yang mendapat hadiah nobel pada tahun 1998. Dalam penelitiannya, dalam shalat subuh ternyata terdapat atau menghasilkan kandungan zat yang lazim disebut zat NO atau Nkitrik Oksida.
Jadi kalau kita bangun tidur pada pagi buta dan bergerak, maka hal itu akan memberikan pengaruh baik pada pencegahan gangguan kardiovaskular. Naiknya kadar NO dalam darah karena bekerja dapat diminimalisir dengan wudhu dan shalat sunnah dan wajib apalagi bila disertai berjalan kemasjid merupakan proteksi bagi pencegaha kejadian kardiovaskular. Selain itu patut dicatat bahwa pada posisi rukuk dan sujud terjadi proses mengejan, posisi ini meningkatkan tonus parasimpatis (yang melawan efek tonus simpatis). Dengan shalat subuh tubuh memproduksi NO untuk melawan peningkatan kadar zat adrenalin diatas yang berefek menyempitkan pembuluh darah dab nebuat sel trimbosit darah kita menjadi bertambah, sehingga pikiran dan tubuh kita menjadi lebih tenang, juga bisa mengontrol kesehatan kita.
Demikianlah beberapa keutamaan dan khasiat shalat subuh. Sebenarnya masih banyak keutamaan lain shalat subuh, tapi yang terpenting adalah bagaimana kita berusaha sebisa mungkin melaksanakan shalat subuh berjama’ah terlebih lagi dimasjid, dengan kusyuk (tuma’ninah), ikhlas dan mengharap keridhoan Allah SWT. Keutamaan dan khasiat shalat subuh itu tentu kita anggap saja sebagai bonus, karena amalan yang paing utama kita harapkan tentu saja pahala yang berlipat ganda, dan jaminan masuk surga. Amin amin ya robbal allamin.

Santya Herfian
Alumni Mahasiswa FIB GUM, Yogyakarta 2003

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Oktober 2011 in Artikel

 

Hikmah Membayar Zakat

Beberapa Hikmah yang dapat dipetik dari pembayaran Zakat diantaranya :

1. Membayar zakat itu berarti mensyukuri nikmat Allah. Nikmat yang disyukuri, dijanjikan oleh Allah akan ditambah.

2. Kekayaan yang dikumpulkan oleh seseorang, belum tentu dari hasil jerih payah dan keringat sendiri, tapi bisa juga dari hasil tenaga para buruh yang bekerja padanya. Oleh karena itu ia harus membagi kekayaannya kepada fakir miskin dan asnaf lainnya.

3. Zakat membuat hubungan antara si Kaya dan si Miskin jadi harmonis. Rukun dan saling membantu. Rasulullah bersabda : “Bukan golonganku orang (besar) yang tidak belas kasihan kepada orang kecil. dan juga bukan golonganku orang kecil yang tidak menghargai orang besar” Jadi zakat itu adalah uluran tangan orang besar kepada orang kecil atau miskin.

4. Zakat mendidik orang jadi dermawan/pemurah. Manusia biasanya bersifat kikir padahal kikir itu dibenci Allah. Zakat menghindarkan kita dari sifat kikir.

5. Di antara pencuri atau perampok ada yang disebabkan karena kemiskinan. Zakat merupakan satu jaringan pengaman yang bisa mengurangi kejahatan yang disebabkan oleh faktor ekonomi. Sabda Nabi : “Kemiskinan, hampir-hampir menjadikan orang menjadi kufur (lupa kepada kebenaran)”.

Sumber:

http://abinyaazka.blogspot.com/2010/08/hikmah-membayar-zakat.html

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 21 Agustus 2011 in Artikel

 

Alasan Mengapa Bulan Ramadhan Lebih Istimewa Dibanding Bulan yang Lain

beberapa waktu yang lalu saya mengikuti shalat tarawih dengan tema yang sebenarnya cukup sederhana tetapi maknanya sangat dalam. Isi dari kultum tersebut salah satunya adalah membahas tentang alasan mengapa bulan ramadhan lebih istemewa dibanding bulan lain. Sebenarnya paling tidak ada 3 alasan mengapa bulan ramadhan istemewa dibandingkan dengan bulan yang lain, yaitu:

1). Karena pada bulan ramadhan merupakan bulan pada waktu turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia. Hal ini dijelaskan dalam surat Al-Baqarah sebagai berikut:

dalam ayat diatas terdapat hal yang menarik yaitu tentang kata hudalinnas yaitu petunjuk bagi umat manusia. Kenapa tidak hudalil mukminin, hudalil muslimin atau hudalil mutakin. Ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk bagi manusia,  tidak hanya umat islam saja tetapi umat-umat yang lain pun dapat menggunakan Al-Qur’an dalam upaya untuk memecahkan persoalan yang ada didunia. Kemudian hal yang menarik kedua adalah Al-Furqon yaitu Al-Qur’an sebagai pembeda antara yang hak dan yang batil. Jadi Al-Qur’an juga digunakan sebagai pedoman dalam bertindak, mana yang baik dan buruk, mana yang harus kita laksanakan dan mana yang harus kita tinggalkan.

2). Karena pada bulan Ramadhan terdapat Al-Qadr atau malam lailatul Qadr

Laitul Qadr merupakan salah satu keistemewaan yang tidak terdapat pada bulan-bulan lain, malam yang lebih baik dari 1000 bulan.  Dalam beberapa dalil dijelaskan  bahwa lailatul Qadr biasanya muncul pada sepuluh hari terakhir pada bulan ramadhan, dalam beberapa  hadits juga disebutkan bahwa lailatul Qadr muncul pada malam ganjil pada sepuluh hari terakhir dibulan ramadhan. Namun terlepas dari itu kita harus mempersiapkan diri kita sebaik-baiknya terutama pada sepuluh hari terakhir.

3). Karena pada bulan ramadhan pintu-pintu keburukan ditutup, kemudian pintu-pintu kebaikan dibuka selebar-lebarnya.

Kalau pada bulan-bulan biasa banyak berbuat maksiat dikarenakan banyak godaan maka dibulan ramadhan ini pintu-pintu keburukan dikunci rapat-rapat, salah satu caranya yaitu dengan berpuasa, dengan berpuasa kita melatih diri kita untuk berpuasa jasmani dan rohani dari tebit fajar sampai matahari terbenam.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 6 Agustus 2011 in Serba-Serbi

 

Tips: Persiapan Menjelang Ramadhan

1- I’dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan.

Orang-orang yang sholeh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin
sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Biasanya mereka berdoa : “Ya Allah, berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.”

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah
melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kedzhaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab kadar keimanan kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan *(warming up),*sehingga ketika memasuki Ramadhan kita sudah bisa bisa menjalani ibadah shaum dan sebagainya itu bak sudah terbiasa.

2- I’dad Jasadi, yakni persiapan fizikal.

Untuk memasuki Ramadhan kita sebaiknya menyediakan fizikal yang lebih kuat dan bersedia daripada biasanya. Sebab, jika fizikal lemah, boleh menjadikan kemuliaan yang dilimpahkan oleh Allah swt. pada bulan Ramadhan tidak dapat kita raih secara optimal.

Maka, sejak bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fizikal dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail), dan meningkatkan aktiviti seketika berkecimpung dalam masyarakat.

3- I’dad Maaliyah, yakni persiapan harta.

Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan
berbuka puasa atau hidangan di hari raya sebagaimana tradisi kita selama ini. Mempersiapkan harta adalah untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhan padanya disediakan peluang yang banyak untuk bersedekah.

4- I’dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan intelektual dan keilmuan.

Agar ibadah Ramadhan dapat direbut seoptima mungkin, diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Antaranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majlis ilmu tentang Ramadhan.

Kegiatan ini berguna untuk mengarahkan kita agar beribadah sesuai tuntunan Rasulullah saw. seketika Ramadhan. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengan pelbagai jenis ibadah, atau menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa, juga penting untuk dipersiapkan.

Semoga persiapan yang dilakukan mampu menjadikan ibadah puasa kita kali ini adalah yang terbaik dalam sejarah puasa yang kita lakukan. Dan semoga ianya diterima oleh Allah swt. dan diberikan ganjaran yang sewajarnya bila amal dihitungkan untuk diberikan pembalasan. Amiin.

 

Sumber:

http://deltapapa.wordpress.com/2008/08/26/tips-persiapan-menjelang-ramadhan

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 27 Juli 2011 in Serba-Serbi

 

Kesehatan dan Waktu Luang – Sebuah Nikmat yang Sering Terlupakan

pada artikel terdahulu mungkin berbicara tentang masalah ibadah, kali ini saya ingin mempostingkan tentang 2 hal yang sering dilupakan oleh manusia. Langsung saja

1) Nikmat Sehat, nikmat yang sering dilupakan

Dikala melihat atau menjenguk orang sakit , kita baru sadar betapa mahal dan luar biasa nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan kepada kita. Padahal kita sebelumnya seakan-akan lupa dan tidak mau tahu dengan nikmat yang satu ini, seolah kita hanya memburu dan memcari kenikmatan kehidupan dunia yang hanya bersifat sentara dan semu saja. Seakan kita lupa dengan  Firman Allah Ta’ala :

Maka Apakah kamu mengira, bahwa Sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada kami ? “  Surat Al-Mukminun:115. Read the rest of this entry »

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 12 Juli 2011 in Aqidah

 
 
%d blogger menyukai ini: